Header Ads

Peninggalan Kesultanan Serdang di Batangkuis

Nah bangunan ini semacem istana maimunnya kota batangkuis, terdapat silsilah keturunan kesultanan dan beberapa photo2 tua kota batangkuis.
.
Ya inilah peninggalan Kesultanan Serdang di Batangkuis, Kesultanan Serdang berdiri tahun 1723 dan bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1946.
.
Kesultanan ini berpisah dari Deli setelah sengketa tahta kerajaan pada tahun 1720. Seperti kerajaan-kerajaan lain di pantai timur Sumatera, Serdang menjadi makmur karena dibukanya perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit.
.
Wilayah kekuasaan Kesultanan Serdang meliputi Batang Kuis, Padang, Bedagai, Percut, Senembah, Araskabu dan Ramunia. Kemudian wilayah Perbaungan juga masuk dalam Kesultanan Serdang karena adanya ikatan perkawinan.
.
Pada masa pemerintahan raja yang ke-2, Tuanku Sultan Ainan Johan Almashah (1767-1817), tersusunlah Lembaga Orang Besar Berempat di Serdang yang berpangkat Wazir Sultan, yaitu:
.
Raja Muda (gelar ini kemudian berubah menjadi Bendahara)
Datok Maha Menteri (wilayahnya di Araskabu)
Datok Paduka Raja (wilayahnya di Batangkuwis) keturunan Kejeruan Lumu
Sri Maharaja (wilayahnya di Ramunia) .
.
Terkhusus untuk @pariwisatadeliserdangkab mohon agak diperhatikan, ini bisa jadi wisata heritage. Kalo agak di cat sedikit, dirapikan, kayu2 yang mulai keropos di perbaiki bakalan bisa jadi daya tarik sendiri untuk masyarakat mengenal dan mencintai sejarah kotanya.
.
Admin sendiri kemarin dikasih kesempatan untuk masuk dan naik ke atas, walau tetap harus hati2 dan perlahan.
.
Ayo siapa yang setuju bangunan ini kita lestarikan??? Tag @pariwisatadeliserdangkab untuk harapan klen.
.
#TauKoTembung #tembung #batangkuis #kesultananserdang #melayu #melayuserdang #kesultanandeli #melayudeli #serdang #deli #deliserdang :araskabu #ramunia
Powered by Blogger.