Header Ads

Cerita tentang Cina Kebun Sayur

Di Jalan Kebun Sayur ini terdapat Vihara, Klenteng dan Cetiya.
.
NB! Kita tidak ngebahas SARA disini, admin akan coba berbagi Ilmu Sejarah. Kalo ada kekurangan mari kita saling berbagi informasi.
.
Dikutip dari Blog Tembakau Deli kalau "Cina kebun sayur" adalah orang-orang cina yang menjadi pedagang sayur atau berkebun sayuran.
.
Pada awalnya, cina kebun sayur menjadi kuli kontrak perkebunan dan mendapatkan lahan/tanah untuk berkebun. Menurut Luckman Sinar, Kuli cina pertama kali datang ke Deli dengan nama MUNAWIAN CHETTY.
.
Tercatat pada tahun 1879, Belanda telah berhasil mendatangkan 4.000 kuli cina. Kedatangan buruh cina pada akhir abad ke 19 diawali oleh krisis tenaga kerja murah. Tuan-tuan kebun saat itu mendatangkan buruh Cina, Jawa, India, Boyan (Suku Bawean), dan Banjar. (www.kompas.com) .
.
Keadaan cina di Medan pada saat itu berbeda status sosialnya dan sangat marginal. Mereka hanya bekerja sebagai kuli perkebunan tembakau, tebu, dan karet.
.
Pada akhirnya muncullah istilah “cina kebun sayur” karena mereka yang menjadi pedagang dan membuka kebun sayur.
.
Bahkan dulu admin punya sahabat keturunan Cina namanya Hartanto dan jago Bahasa Jawa tinggal di Kampung Kolam dan Ortunya Jualan Sayur.
.
Gak hanya disini saja, disekitaran rumah admin di Pasar 10 juga masih banyak Keturunan Cina Kebun Sayur. Agak susah ngebedakan mereka karena logat dan bahasa jawanya yang sangat lancar, paras wajah dan warna kulitnya juga seperti orang Indonesia kebanyakan dan karena sudah berbaur seakan tidak ada lagi batas perbedaan di lingkungan.
.
Semuanya bisa bertoleransi dan akur di Tembung ini.
.
Kebanyakan Mereka menganut Agama Buddha, tapi tak hayal juga karena berbaur pernikahan, keturunan Cina Kebun Sayur banyak yang mualaf beragama Islam kini.
.
Nah TauKo dimana Jalan Kebun Sayur ini? .
Powered by Blogger.