Header Ads

Berbuku Pakkat, Kuliner Khas Ramadhan di Medan

Berbuku Pakkat, Kuliner Khas Ramadhan di Medan
Berbuku Pakkat, Kuliner Khas Ramadhan di Medan
TauKoPakkat? Anak2 @MedanHeritage berburu kuliner ramadhan ampe ke tembung…

Pakkat adalah makanan khas Tabagsel. Kalo kelen pernah dengar istilah "Orang Indonesia apa yang gak dimakan. Sayur paku. Bambu muda. Sampe rotan muda pun di makan". Nah, sayur paku itu adalah pakis. Bambu muda itu rebung. Dan rotan muda itulah Pakkat. .

Kek apa rasanya min?
Pakkat itu pahit. Tapi gak sepahit cobaan hidup kelen. Hehehe... Lebih asik kalo dimakan pakai cocolan cabe asam dan sambal Tuktuk. .

Cara buat cabe asam, giling cabe merah terus campur jeruk nipis dan kecap. Sedangkan sambal Tuktuk, cabe merah, ikan teri tawar gongseng, terus giling bersamaan dan tambahkan perasan jeruk nipis…

Enaklah klen gak ngajak2 :-( hehehhe…

Pasti udah gak asing lagi kan muka2 butet manies di atas? Ada kak @Nasutionrizky @yuri_nasution dan si @ButetGalak…

Dikutip dari instagramnya kak @nasutionrizky,
Yang dibakar itu namanya Pakkat, adalah makanan khas Tabagsel. Rasanya pahit. Lebih enak dengan cocolan cabe asam dan sambal Tuktuk. .

Pakkat ini hanya dijual saat Ramadhan tiba. Sama saja seperti bubur pedas dalam budaya Melayu yang hanya disajikan pada bulan Ramadhan saja. Tapi, kami belum mengungkap kenapa Pakkat hanya dijual pada saat Ramadhan. Apakah memang tradisi juga atau tidak? Semoga aku dan teman-teman Medan Heritage bisa mengungkapkan kegilaan rasa galau ini.
Powered by Blogger.