Header Ads

PESONA NEGERI LASKAR PELANGI (Hari 1: Menikmati Kong Djie Coffe) - XL Media Gathering

Hujan menyambut kedatangan kami di Bandara Belitung
Hujan menyambut kedatangan kami di Bandara Belitung
Hujanpun turun dengan derasnya siang ini 5 desember 2015 menyambut kedatangan kami XL Media Gathering di negeri laskar pelangi ini setelah pernerbangan panjang dari medan - Jakarta - Belitung (Baja juga PESONA NEGERI LASKAR PELANGI (Hari 1: Flight Medan - Belitung) - XL Media Gathering). Jam sudah menunjukan hampir mendekati pukul 12 siang, sedangkan rombongan dari palembang, padang dan lampung baru tiba pukul 13.30 sehingga alternatif yang di ambil adalah rombongan pertama gerak duluan ke salah satu tempat ngopi yang terkenal di Belitung dan akan kembali lagi menjemput ke Bandara setelahnya.

Jalanan Belitung siang ini sangat mulus dan sepi, Bus kami pun bisa melaju dengan leluasanya di sepanjang jalan yang hanya memiliki Lampu Pengatur lalu lintas hanya di 5 persimpangan saja. Kota Belitung ini memang tidak terlalu besar, kendaraan pun tidak terlalu banyak bahkan angkot pun mereka tidak ada. Kebanyakan masyarakat disini menggunakan tranportasi pribadi atau mobil travel bila berpergian.
Jalan Mulus Belitung
Jalan Mulus Belitung
Terletak sekitar 20 menit dari Bandara tibalah kami di salah satu bangunan ruko dimana terlihat banyak orang yang sedang duduk bercengkrama satu sama lainnya sambil menikmati kopi.

Saya pernah membaca salah satu artikel kalau di belitung informasi cepat tersebar melalui warung kopi karena masyarakatnya bukan hanya sekedar menikmati kopi melainkan bercengkram berbicara mengenai apapun di sekitarnya mulai dari politik, kriminal, hingga gosip-gosip terhangat sambil menikmati hangatnya kopi. Terlihat juga di salah satu sudut ruangan ada yang asyik bermain catur, yupz bermain catur sambil ngopi juga salah satu ciri khas yang bisa di lihat di hampir setiap warung kopi di Belitung. Tentu aja suasana keakraban masyarakat Belitung bisa di bilang berawal dari Warung Kopi.

Kong Djie Coffe, merupakan Warung Kopi favorite di Belitung yang sudah ada sejak tahun 1943 seperti tertulis di bagian depan warung kopi ini. Jadi gak lengkap rasanya kalo kami ke Belitung gak singgah untuk ngopi di warung ini apa lagi seperti saya yang suka bagetz dengan yang namanya kopi.

Kong Djie Coffee Sejak 1943
Kong Djie Coffee Sejak 1943
Kalo di Medan biasanya warkop itu buka mulai sore hingga malam hari, berbeda dengan Belitung. Warung kopi disini biasanya buka mulai dari pukul 5 subuh, dan puncak keramaian biasanya antara pukul 7 hingga 10 pagi. Ceritanya dulu tempat ngopi merupakan tempat nongkrongnya para buruh timah untuk mengawali hari dengan semangat segelas kopi. Jadi segelas kopi di pagi hari memberi semangat sepanjang hari.

Suasana di Kong Djie Coffee
Suasana di Kong Djie Coffee
Setelah merasakan Kong Djie Coffe saya langsung bisa merasakan kalo ini adalah kopi robusta, karena terlihat sangat hitan dan pahit di kopinya sangat terasa berbeda dengan kopi arabica yang biasanya agak asam dan warnanya lebih agak jernih.

Beberapa teman lain ada yang memesan roti bakar dan mie rebus untuk mengganjel perut karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 1 siang, tetapi saya hanya memesan kopi susu saja karena nanti katanya bakalan ngerasain Mie

Belitung sehingga perut di kosongi dulu biar bisa menikmati Mie Belitungnya nanti. Selain kopi tersedia banyak makanan ringan lainnya seperti roti, kerupuk hingga telur rebus tersedia untuk menemani minum kopi.
Sambil menikamati kopi bang jimmy menerangkan bakalan kemana aja kita selama 3 hari ini, tetapi ada yang unik penjelasan tempat yang di kunjungi karena kami tidak mendapatkan daftar tempat wisata melainkan hanya deretan barcode yang harus di scan menggunakan barcode reader. Dan para peserta XL Media Gathering pun sibuk ngedownload aplikasi dari Googleplay atau Appstore agar informasi mengenai tempat2 yang akan di kunjungi dapat di ketahui.

Lokasi-lokasi yang akan di kunjungi selama di belitung
Lokasi-lokasi yang akan di kunjungi selama XL Media Gathering di belitung
Setelah rombongan akhirnya berhasil menscan barcode yang telah di berikan, perjalanan pun kembali dilanjut menuju Bandara Beliting untuk menjemput rombongan berikutnya.

Next:

Powered by Blogger.