Header Ads

PESONA NEGERI LASKAR PELANGI (Hari 1: Mie Belitung Atep: Kuliner Khas Dari Negeri Laskar Pelangi) - XL Media Gathering

Mie Belitung Atep - Kuliner Khas Kota Belitung
Mie Belitung Atep - Kuliner Khas Kota Belitung

MIE BELITUNG ATEP: KULINER KHAS DARI NEGERI LASKAR PELANGI


Wisata ke belitung tak lengkap rasanya kalau belum menicipi kulinernya. Kali ini Rombongan XL Media Gathering setiba dari bandara langsung dengan perut kosong langsung mendapatkan kesempatan untuk mencicipi Mie Belitung yang legendaris.

Bagi para pecinta mie, tentunya Mie Belitung yang terdapat di warung Mie Belitung Atep merupakan kuliner yang wajib di cobain di negeri laskar pelangi ini yang terletak di Jalan Sriwijaya No.27 tanjung Pandan – Belitong. Warung ini selalu ramai pengunjun, apa lagi kali ini warung Mie Atep kedatangan rombongan XL Media Gathering dari se-Sumatera.

Tempatnya tidak terlalu besar, tapi orang rela antri untuk bisa menikmati seporsi lezatnya Mie Belitung disini. Mewarisi resep dari orang tuanya hingga kini ibu verawaty yang kini menjalan usaha Mie Belitung Atep selalu mempertahankan citarasa masakannya.

Mie Belitung
Mie Belitung
Warung Mie Belitung ini sudah berdiri sejak tahun 1973, sehari bisa menyediakan 100 hingga 200 porsi Mie Belitung. Dengan harga yang terjangkau dan letak warungnya yang strategis tidak jauh dari pusat kota atau Bundaran Batu Satam membuat kedai ini laris manis bagi penduduk sekitar dan juga menjadi salah satu tujuan objek wisata pagi para wisatawan yang sedang berlibur ke Pulau Belitung.

Sebelum nyobain sempat ada ragu ini Halal apa tidak, setelah ditanya sama tour guide dan dijelasin akhirnya kami bisa lanjut menyantap Mie Belitung yang sudah di depan mata.

Mie nya cukup gurih dan enak dengan kua kaldu udang ditemani potongan tahu dan kentang lalu di temani emping mantap kalilah rasanya apa lagi disantap dingin-dingin habis hujan gini dengan kondisi perut yang masih kosong dari bandara.

Pertama kali lihat tampilan Mie Belitung yang disajikan di depan saya, saya langsung teringat dengan Mie Rebus di medan dan Mie Celor di palembang, ya mungkin karena masih satu rumpun dan masih satu pesisir sehingga kulinernya mirip-mirip. Untuk kuah kaldu udangnya terasa gurih dan masih terdapat udangnya, rasanya agak teralu manis jadi buat yang suka pedas wajib menambahkan cabai lagi biar tambah nikmat.

Kedai ini mulai pukul 8 pagi hingga 7 malam, sama seperti warung kopi kong djie yang buka pada siang hari. Setelah saya menilai dari dua tempat kuliner kota belitung ini terlihat kalau malam kota belitung baklan sepi, semua aktifitas hingga kuliner hanya tersedia hingga sore menjelang malam saja.

Selain nyobain Mie Belitung, disini ada namanya Es jeruk kunci yang merupakan minuman khas belitung, macem jeruk nipis kalo saya perhatikan.

Bundaran Batu Satam Belitung
Bundaran Batu Satam Belitung
Sambil menunggu yang lainnya menyelesaikan santapan pembuka di belitung, sebagian rombongan seperti ayu dan windy sudah mulai sibuk berbelanja ke”Puncak” salah satu swalayan yang terdapat di Belitung untuk kebutuhan mereka selama di Belitung karena di Pulau Belitung belum ada yang namanya Indomaret, Alfamart dan Alfamidi. Puncak menjadi salah satu tempat pusat berbelanjaan yang lengkap di Belitung yang letaknya pas di depan Mie Atep belitung.

Sedangkan saya dan bang agoez dari kabarmedan mencoba menelusiri jalan kota belitung menuju Bundaran Batu Satam untuk sekedar photo2 dan melihat Batu Satam yang hitam yang juiga tidak jauh letaknya dari Mie Abelitung Atep.
Mie Belitung Atep - Nyna salah satu penggerak sosial media dari palembang
Mie Belitung Atep - Nyna salah satu penggerak sosial media dari palembang

Selanjutnya setalah perut terisi kita melanjutkan perjalanan ke Hotel

Next: Berkendara di Jalanan Kota Belitung



Powered by Blogger.