Header Ads

SODA BADAK: SODANYA ANAK MEDAN

SODA BADAK SIANTAR: SODANYA ANAK MEDAN
Soda Badak di MMTC
Menikmati Sodanya Anak Medan…

Itulah cerita kita hari ini, ntah kenapa kalo nongkrong diamana aja ketika ngelihat di daftar menu ada Soda badak pasti saya pesan itu.

Jadi ceritanya saya nemuin minuman ini lagi di FoodCourt MMTC sambil menikmati Air Mancur di bundarannya...

Kebanyakan Soda Badak di jual kisaran 6.000 - 7.000 rupiah, kalo pake
susu jadi 10.000..

Tau klen Soda Badak? Udah Pernah nyobainnya?

Sejarah Soda Badak
Pabrik minuman Badak telah berdiri sejak tahun 1916 dengan nama NV Ijs Fabriek Siantar. Pabrik ini didirikan di Kota Pematang Siantar oleh Heinrich Surbeck, seorang pria kelahiran Halau, Swiss.

Heinrich Surbeck yang mendirikan Pabrik Soda Badak ini dibunuh oleh laskar rakyat yang memberontak melawan Belanda seusai Proklamasi Kemerdekaan, Lalu anaknya Lydia Rosa sempat di ungsikan kembali ke eropa dan kembali ke Siantar menikah dengan Otto seorang keturuanan Belanda dan melanjutkan kembali usaha ini hingga 1963.

Karena Gonjang-ganjing di Tanah Air yang disertai isu nasionalisasi aset, NV Ijs Fabriek Siantar ini berubah nama menjadi PT Pabrik Es Siantar pada tahun 1969 setalah di beli oleh pengusaha yang bernama Julianus Hutabarat, sedangkan Lydia dan Otto kembali ke swiss.
Sebelum ada Coca Cola dan Fanta, ataupun Sprite, Anak Medan Udah punya Soda Badak!! 
Yup bener, kalo dilihat dari angka tahunnya Soda Badak sudah ada sejak 1916, sedangkan Coca-cola saja baru diperkenalkan tahun 1927 dan masuk indonesia untuk di produksi mulai dari tahun 1932, jadi udah taukan mana yang lebih dulu ada?


Jadi ini bisa dibilang minuman soda tertua di indonesia… sudah termasuk heritage karena umurnya udah hampir 100 tahun.. tapi jangankan Indonesia, ternyata banyak Anak Medan yang gak tau minuman satu ini.

Kenapa di Siantar??

Apakah karena disana Banyak Badak?


Siantar gak ada yang namanya Badak kecuali di kebun binatang siantarnya :)
"Soal nama Badak saya tidak tahu persis. Setahu saya, Surbeck adalah sarjana teknik kimia yang juga pencinta alam. Ia memiliki banyak koleksi tumbuhan dan hewan kering. Saya menduga nama Badak diambil karena kecintaannya kepada alam," kata Elman Tanjung (89) yang berkarier dari mulai menjadi pegawai rendahan pada 1938 hingga menjadi Direktur NV Ijs Fabriek Siantar. (Dikutip dari: Badak, Minuman Soda Pertama di indonesia - Adhi ikhwan Noviyanto)

Selain memproduksi Minuman Soda, pabrik di siantar ini juga meproduksi Es,

Dari banyaknya sumber yang saya coba gali ternyata blon ada nemuin alasan yang persis kenapa Soda badak di dirikan di Kota Pematang Siantar ini. tapi menurut informasi kalau di siantar memiliki air yang sangat bagus untuk di buat es dan minuman soda, selain itu kota siantar yang di kelilingi banyak perkebunan pada zaman dulu merupakan tempat singgah para pejabat yang mempunyai uang banyak sehingga dengan disediakan minuman soda bisa menjadi pasar buat mereka.

Bagi Anak Medan dan Pematang Siantar, Badak udah jadi minuman yang bersejarah bagi mereka dari kecil hingga dewasa yang menyimpan banyak kenangan. itu juga yang saya rasakan ketika saya menemukan minuman Badak ini, untuk tidak memesannya itu berat kali kalo ngebayangin segar dan nikmatnya.

Soda Badak sendiri dahulunya tersedia berbagai rasa, mulai dari jeruk, anggur, sarsaparila, hingga air soda. tapi kini tinggal terdapat dua varian, yang pertama rasa sarsapilla (sebuah rasa yang diekstrak dari tumbuhan herbal yang berasal dari Meksik.) dengan warna ungunya sering disebut "sarsi" dan yang kedua adalah air soda yang terlihat bening tidak berwarna, 

"Badak Susu Satu!" bukan berati kita mesan susunya badak ya :D kalau biasanya kita mesan Fansus alias Fanta Susu, nah Susu Badak itu lebih nikmat dari pada fansus. Soda Badak rasa sarsaparilla, nikmat kali di sajikan dingin-dingin dan lebih nikmat lagi kalo di capur dengan susu.

Seharusnya kita sebagai Anak Indonesia dan khususnya Anak Medan bisa bangga dengan produk Asli Indonesia.. jadi mari kita lestarikan badak yang udah hampir punah dan Soda Badak anak medan punya.

Powered by Blogger.